![]() |
A Hafiz Thohir |
Hafiz menuturkan Kalsel sebagai salah satu lumbung padi nasional, pada waktu itu seharusnya juga tak perlu diberikan tambahan stok beras impor. "Bahkan, saya dapat laporan Bulog Kalsel juga sempat operasi pasar menjual beras murah kepada masyarakat ketika bulan Ramadan. Padahal, kondisi waktu itu, Kalsel sedang panen beras," kata Hafiz, kala berkunjung ke Banjarmasin bersama rombongan Komisi VI DPR RI dalam agenda rapat bersama BUMN dan BUMD di Kalsel, di Hotel Golden Tulip Galaxy Banjarmasin, Senin (10/8).
Hafiz menambahkan seharusnya impor beras dan gula tersebut belum saatnya dilaksanakan. "Ini tentunya terkait dengan koordinasi antara Bulog Pusat dengan Bulog yang ada di daerah. Termasuk Bulog Kalsel, saya ingatkan agar melakukan survey yang rinci terlebih dahulu, sebelum memutuskan apakah perlu operasi pasar atau tidak," tegasnya.
Kendatipun demikian, Hafiz memahami kondisi perekonomian nasional yang sedang lesu turut memberikan pengaruh terhadap perekonomian di daerah, termasuk di Kalsel. "Daya beli masyarakat sekarang sedang turun. Namun, hal tersebut tak mengurangi harga beras. Alhasil, tidak hanya konsumen, pedagang dan petani padi juga ikut merugi," sambungnya.
Di sisi lain, Hafiz tetap optimistis Kalsel tetap mampu memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian nasional. "Makanya, kami sangat mendukung percepatan pembangunan di Kalsel sebagai upaya meningkatkan arus ekonomi nasional. Yakni, dengan memprogramkan pembangunan jalur kereta api dan pembangunan jembatan penghubung antara Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru," tandasnya.(oza)