![]() |
AKRAB - Suasana buka puasa bersama BPC Hipmi Kota Banjarmasin dan anak-anak yatim piatu di Swiss Bell Hotel Borneo Banjarmasin, Minggu (5/7). |
Dikatakan Irfan, kesolidan ini penting untuk menghadapi ketatnya persaingan bisnis di masa sekarang ini. ”Jangan sampai antara pengusaha muda atau di kalangan Hipmi Kota Banjarmasin saling bersaing. Justru pada momen-momen seperti inilah, semuanya harus selalu solid dan saling membagi peluang bisnis,” ungkap Irfan di sela-sela acara buka puasa bersama BPC Hipmi Kota Banjarmasin dengan anak-anak yatim piatu di Swiss Bell Hotel Borneo Banjarmasin, Minggu (5/7).
Irfan menuturkan selama ini para pengusaha muda yang tergabung dalam BPC Hipmi Kota Banjarmasin cukup peka dan tanggap dengan berbagai isu ekonomi. Mulai dari pelambatan ekonomi Kalsel, lesunya aktivitas bisnis batubara, hingga tegoncang ketidakstabilan kurs Rupiah terhadap Dollar AS. “Fenomena ekonomi tersebut diharapkan jangan sampai menciutkan nyali dalam berbisnis. Justru, hal inilah yang menjadi ajang bagi para pengusaha muda untk terus belajar, mengasah kemampuan, dan bermotivasi supaya tetap bisa bertahan dalam menjalankan bisnis,” paparnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Bendahara Umum BPC Hipmi Kota Banjarmasin, Deddy Subiantoro. Pimpinan PT Tropis Grup Banjarmasin ini tak menampik aktivitas bisnis di Kalsel kini sedang tiarap. ”Saya sarankan agar tindakan efisiensi dan efektifitas anggaran diperkuat. Namun, jangan juga terlalu takut menghadapi risiko, karena berbisnis pasti ada risikonya,” paparnya.
Di sisi lain, dalam kesempatan buka puasa bersama tersebut, BPC Hipmi Kota Banjarmasin juga mengundang perwakilan dari BPC Hipmi seluruh Kabupaten/Kota di Kalsel, serta sejumlah pengurus dari BPD Hipmi Kalsel. Sebagai program sosial, Pengurus BPC Hipmi Kota Banjarmasin juga menyerahkan santunan kepada anak yatim piatu dan menjalin kerjasama dengan Rumah Zakat.(oza)